Soal Suku Bunga, Jerman Beri Lampu Hijau kepada ECB

Soal Suku Bunga, Jerman Beri Lampu Hijau kepada ECB

Jum'at, 26 April 2013 13:14:22 WIB

Monexnews - Kanselir Jerman menyatakan bahwa kapasitas Bank Sentral Eropa (ECB) untuk menjamin perbaikan ekonomi di benua biru sangat terbatas. Komentar itu dilontarkan oleh Angela Merkel, terkait kontroversi pemberlakuan suku bunga acuan oleh bank sentral. Dalam sebuah konferensi perbankan hari ini, Merkel melihat ECB punya wewenang untuk menaikkan suku bunga jika pertimbangannya mengacu pada iklim ekonomi di Jerman. Akan tetapi jika berkaca pada kondisi ekonomi di keseluruhan wilayah Eropa, hal itu sulit dilakukan. Pihak Jerman sepertinya memberi restu penurunan suku bunga oleh bank sentral dalam pertemuan berikutnya. Memburuknya gairah bisnis di banyak negara membuka kemungkinan bagi ECB untuk memangkas suku bunga, pertama kali sejak Juli 2012. "ECB jelas berada dalam posisi yang sulit. Bagi Jerman, kenaikan suku bunga tentu lebih relevan namun tidak bagi negara-negara yng sedang membutuhkan kredit murah," ujarnya kepada peserta forum. Sikap Merkel itu bisa diartikan sebagai lampu hijau bagi ECB untuk mengutak-atik kebijakan suku bunga yang sudah bertahan selama hampir setahun. Mario Draghi dan kolega memang kesulitan dalam membuat kebijakan yang bisa diterima oleh semua pihak. Mengingat dalam fungsinya, ECB menganut pemberlakuan suku bunga secara merata kepada seluruh negara anggota dan bukan membuat aturan yang khusus dirancang untuk masing-masing pemerintahan. Potensi penurunan suku bunga memuncak seiring masuknya zona Euro ke dalam fase resesi dan tingkat inflasi belum juga menemui target 2%. Mungkin hanya Jerman yang perekonomiannya terbilang solid, diprediksi tumbuh 0.5% tahun ini dan 1.6% untuk 2014. Penurunan suku bunga dapat berdampak negatif terhadap kinerja ekonominya. Namun Merkel menyatakan rela berkorban supaya pelaku bisnis di negara-negara seperti Spanyol atau Italia dapat mendanai investasinya dengan tingkat bunga yang lebih rendah. Dari dalam tubuh ECB sendiri, beberapa anggota dewan kebijakan menolak wacana penurunan suku bunga. Joerg Asmussen kemarin mengatakan bahwa kebijakan moneter longgar (termasuk penurunan suku bunga) hanya berdampak kecil terhadap pertumbuhan ekonomi karena minat bisnis sangat rendah. Penetapan suku bunga rendah dalam waktu yang terlalu lama juga rentan memicu distorsi lainnya. Dewan ECB akan bertemu Kamis depan di Bratislava untuk membahas dinamika terbaru di Eropa. Nilai tukar Euro saat ini terpantau di 1.30160 terhadap Dollar.
(dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search