Tentara Ukraina Terus Menyerbu Ke Wilayah Separatis

Tentara Ukraina Terus Menyerbu Ke Wilayah Separatis

Jum'at, 16 Mei 2014 16:06:37 WIB

Monexnews -

Para diplomat AS dan Inggris bersumpah akan menghukum Rusia dengan sanksi yang lebih luas pada industrinya jika pemilu presiden pada bulan ini di ganggu di tengah tentara para pemerintah sedang bergerak untuk berperang dengan para separatis di wilayah Timur.

Jika Rusia atau perwakilannya mengganggu pemilu, AS dan para sekutu akan memberlakukan sanksi di sektor ekonomi sebagai jawabannya, kata menteri luar negeri AS John Kerry di London kemarin setelah bertemu dengan mitranya dari Inggris, Italia, Perancis, dan Jerman. Para separatis secara harfiah telah menabur kekacauan, mereka berusaha untuk berbicara dengan semua orang melalai senjata.

Perselisihan atas resiko pemilihan umum lainnya pada ketegangan yang terjadi karena pemerintah Kiev dan sekutunya dari AS dan Eropa menyalahkan Rusia atas kekacauan di wilayah timur Ukraina. Rusia menyerukan kepada para pemberontak untuk mengadakan pembicaraan nasional yang di mulai pada tanggal 14 Mei di ibu kota yang mana telah di tolak seiring pertemuan tersebut di buka tanpa partisipasi dari pemimpin separatis.

Di wilayah timur Ukraina, tentara pemerintah menewaskan dua pemberontak di dekat kota Slovyansk dan Kramatorsk, kata presiden Ukraina sementara Oleksandr Turchynov kemarin di parlemen di Kiev. Para militan bersumpah akan mengusir tentara pemerintah dari wilayah tersebut.

Operasi anti teroris dapat berhenti setelah senjata-senjata di serahkan dan para sandera di bebaskan, kata Turchynov. Kami akan melakukan dialog dengan mereka yang ingin adanya sebuah pembicaraan dan kerja sama. Kami sedang bekerja atas perubahan konstitusi untuk memperluas kekuasaan terhadap pemerintah lokal. Pada saat yang sama, orang-orang yang melakukan perang akan mendapatkan jawaban yang memadai.

(fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search