The Fed: Tak Ada Lagi Kenaikan Suku Bunga Serta Pemangkasan Outlook Ekonomi AS

The Fed: Tak Ada Lagi Kenaikan Suku Bunga Serta Pemangkasan Outlook Ekonomi AS

Kamis, 21 Maret 2019 07:44:12 WIB

The Fed akhirnya memberikan kejelasan bahwa tidak akan ada lagi kenaikan suku bunga di tahun ini. Hal tersebut menghilangkan harapan kenaikan suku bunga yang dikatakan pada rapat tiga bulan lalu bahwa setidaknya akan ada kenaikan suku bunga satu hingga dua kali di tahun ini.

Seperti yang diekspektasikan, The Fed akhirnya pertahankan tingkat suku bunga di antara 2,25% - 2,5%.

Selain bersikap dovish, Pimpinan The Fed Jerome Powell juga menjelaskan bahwa The Fed akan memangkas outlook petumbuhan ekonomi AS di tahun ini. Yang tadinya diestimasikan tumbuh 2,3%, dipangkas menjadi 2,1%. Powell menjelaskan bukan karena The Fed khawatir akan perlambatan ekonomi ekonomi di AS, melainkan kondisi perlambatan ekonomi global yang menjadikan The Fed harus waspada. Terutama perlambatan yang terjadi di China dan Zona Euro yang tidak dapat dihindari akan memengaruhi kondisi di AS juga.

Jadi pemangkasan outlook angka pertumbuhan ekonomi itu adalah semata-mata mengantisipasi gejolak ekonomi global yang masih terlihat.

"Outlook kami positif. Peserta FOMC melihat pertumbuhan tahun ini sekitar 2%, hanya sedikit lebih rendah dari apa yang kami lihat di akhir tahun lalu. Fundamental ekonomi yang mendasari masih terlihat kuat seperti pasar tenaga kerja yang kuat, pendapatan meningkat, dan tingkat pengangguran yang rendah," ungkap Powell pada konferensi pers pukul 1.30 WIB dini hari tadi.

Untuk diketahui, para pelaku pasar tampak terpukul setelah melihat data non-farm payrolls pada bulan Februari hanya bertambah 20 ribu, jauh di bawah angka ekspektasi yang mencapai 180 ribu.Hal tersebut yang membuat ekspektasi bahwa The Fed pada kesempatan kali ini akan cenderung bersikap dovish dengan mempertahankan tingkat suku bunga.

Pasca pengumuman The Fed, pasar keuangan terlihat bergerak sangat volatil menjelang akhir perdagangan hari Rabu. Indeks dollar melemah tajam ke level 96.02 dari level sebelumnya di 96.29. Dampaknya, harga emas dan mata uang utama lainnya tertopang naik merespon hal ini.


(dny)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search