Tingkat Inflasi Inggris Naik 2.7 Persen di Bulan Agustus

Tingkat Inflasi Inggris Naik 2.7 Persen di Bulan Agustus

Selasa, 17 September 2013 17:30:38 WIB

Monexnews - Tingkat inflasi Inggris melambat di bulan Agustus seiring biaya transportasi dan harga pakaian naik kurang dari tahun sebelumnya.

Harga konsumen naik sebesar 2.7 persen dari tahun lalu, setidaknya dalam tiga bulan terakhir, dibandingkan dengan 2.8 persen di bulan Juli, di katakan oleh Badan Statistik Nasional di London pada hari ini. Itu sesuai dengan perkiraan dari 34 ekonom yang di survei oleh Bloomberg News. Inflasi inti, yang tidak termasuk harga bahan bakar dan makanan yang volatile, masih di level 2 persen.

Para pembuat kebijakan BOE memperkenalkan pedoman kebijakan pada bulan lalu, mereka berjanji untuk pertahankan suku bunga rendah sampai tingkat pengangguran turun ke level 7 persen selama perkiraan inflasi tidak meleset. Gubernur Mark Carney mengatakan kepada anggota parlemen pada pekan lalu bahwa kenaikan harga akan melambat menuju target bank sentral di 2 persen dalam sedikitnya dua tahun kedepan.

Inflasi harga konsumen seharusnya melemah secara bertahap dari akhir bulan tahun 2013, kata Howard Archer, seorang ekonom di HIS Global Insight, yang mengatakan sebelum data di rilis. Meskipun ekonomi menandakan penguatan akhir-akhir ini, tampaknya tidak mungkin untuk menghasilkan tekanan inflasi yang signifikan untuk beberapa waktu kedepan mengingat mengendurnya ekonomi setelah memanjangnya aktivitas ekonomi yang sangat lemah.

Kontribusi penurunan terbesar pada tingkat inflasi tahunan di bulan Agustus datang dari bahan bakar kendaraan dan transportasi udara, begitu juga dari pakaian. Badan statistik mengatakan bahwa penyebab utama dari penurunan ini berasal dari pakaian wanita.

Dari bulan sebelumnya, harga konsumen naik sebesar 0.4 persen, kenaikan terkecil untuk bulan Agustus sejak 2009.

(fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search