Tiongkok Mendesak AS Untuk Hapus Sanksi Dan Berhenti Menuduh Lakukan Pelanggaran HAM

Tiongkok Mendesak AS Untuk Hapus Sanksi Dan Berhenti Menuduh Lakukan Pelanggaran HAM

Rabu, 09 Oktober 2019 11:00:12 WIB
Kementerian Perdagangan Tiongkok pada hari Rabu (9/10) mengatakan bahwa mereka "sangat mendesak" Amerika Serikat untuk tetap menjauh dari masalah-masalah domestik di Tiongkok. Respon ini datang setelah Gedung Putih memasukan sejumlah perusahaan Tiongkok dalam daftar hitam atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap minoritas muslim di wilayah Xinjiang.

Juru bicara kementrian dalam pernyataannya mengatakan bahwa kami sangat mendesak AS untuk segera berhenti membuat pernyataan yang tidak bertanggung jawab tentang masalah Xinjiang dan berhenti untuk ikut campur tangan dalam urusan dalam negeri Tiongkok, dan hapus nama perusahaan Tiongkok yang relevan dari daftar hitam segera mungkin.

Juru bicara tersebut juga mengatakan bahwa Tiongkok akan mengambil langkah penting yang diperlukan untuk secara tegas melindungi kepentingan Tiongkok sendiri.

Komentar ini datang setelah ketegangan antara AS dengan Tiongkok meningkat menjelang pertemuan dagang kedua negara pada pekan ini. Amerika Serikat pada hari Senin telah melarang 28 perusahaan Tiongkok untuk bekerja sama dengan perusahaan Amerika Serikat tanpa izin dari pemerintah karena masalah hak asasi manusia.

Pemerintahan Trump juga selanjutnya berikan pembatasan pemberian visa kepada pejabat-pejabat Tiongkok, yang diyakini bertanggung jawab atas, atau terlihat dalam penahanan dan perlakuan kejam terhadap kelompok minoritas muslim di Xinjiang.
(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search