Tiongkok Mendesak Trump Untuk Hapus Lebih Banyak Tarif Dalam Kesepakatan Dagang Fase Pertama

Tiongkok Mendesak Trump Untuk Hapus Lebih Banyak Tarif Dalam Kesepakatan Dagang Fase Pertama

Selasa, 05 November 2019 10:19:45 WIB
Tiongkok kini sedang berusaha mendorong Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghapus lebih banyak tarif yang telah dijalankan pada bulan September sebagai bagian dari kesepakatan dagang AS-Tiongkok "fase pertama", ungkap orang yang familiar dengan negosiasi tersebut.

Kesepakatan dagang, yang mungkin akan ditandatangani pada akhir bulan ini oleh Trump dan Xi Jinping di lokasi yang belum ditentukan, diperkirakan akan mencakup janji AS untuk membatalkan kenaikan tarif yang dijadwalkan pada 15 Desember dengan nilai sekitar $156 miliar pada barang-barang impor Tiongkok, yang termasuk ponsel, laptop, komputer dan mainan.

Seorang pejabat AS mengatakan bahwa nasib tarif pada tanggal 15 Desember sedang dipertimbangkan sebagai bagian dari negosiasi dan kemungkinan dalam penandatangan bulan ini.

Sementara itu narasumber lainnya mengatakan bahwa negosiator Tiongkok ingin Washington hapus kenaikan tarif sebesar 15% untuk senilai $125 miliar yang mulai berlaku pada 1 September. Mereka juga mencari cara untuk hilangkan kenaikan tarif sebelumnya yang sebesar 25% untuk sekitar $250 miliar dari impor mesin dan semikonduktor untuk furnitur.

Seorang yang mengetahui posisi negosiasi Beijing mengatakan bahwa Tiongkok akan terus menekan Washington untuk "menghapus semua tarif dengan segera."

Permintaan Tiongkok untuk menghapus tarif impor pada tanggal 1 September sebelumnya dilaporkan oleh Politco. Surat kabar The Financial Times juga melaporkan bahwa Gedung Putih mempertimbangkan apakah akan menurunkan tarif 1 September, yang termasuk pakaian, televisi layar datar, pengeras suara dan headphone bluetooth.
(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search