Tumbuh 9,7 Persen, Utang Luar Negeri Dinilai Masih Sehat

Tumbuh 9,7 Persen, Utang Luar Negeri Dinilai Masih Sehat

Jum'at, 18 Juli 2014 15:54:05 WIB

Monexnews - Perkembangan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia hingga Mei 2014 dinilai masih cukup sehat dalam menopang ketahanan sektor eksternal, meskipun perlu terus diwaspadai.

Dalam keterangan resminya, Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa
utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Mei 2014 tercatat sebesar 283,7 miliar dolar AS, atau tumbuh 9,7 persen dibandingkan dengan posisi pada periode yang sama tahun lalu.

ULN tersebut terdiri atas ULN sektor publik sebesar 132,2 miliar dolar AS dan sektor swasta 151,5 miliar dolar AS. Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan tahunan ULN pada Mei 2014 tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang sebesar 7,7 persen (yoy). Ini sekaligus melanjutkan tren pertumbuhan yang terus meningkat sejak Desember 2013.

Lebih lanjut, peningkatan pertumbuhan ULN tersebut dipengaruhi oleh peningkatan pertumbuhan ULN sektor publik maupun swasta. ULN sektor publik sendiri tumbuh 4,1 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 2,2 persen (yoy). Sementara, ULN sektor swasta tumbuh 15,2 persen (yoy), meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 13,2 persen (yoy).

Pertumbuhan ULN swasta pada Mei 2014 terutama didorong oleh meningkatnya pertumbuhan ULN sektor industri keuangan dan sektor listrik, gas, dan air bersih. Pertumbuhan ULN sektor keuangan tercatat sebesar 21,2 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 13,2 persen (yoy).

Sementara, ULN sektor listrik, gas, dan air bersih tumbuh 9,8 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada April 2014 yang sebesar 1,8 persen (yoy). Di sisi lain, ULN sektor industri pengolahan dan pertambangan pada bulan Mei 2014 mengalami pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan pertumbuhan bulan lalu, yaitu 12,1% persen (yoy) dan 6,6 persen (yoy), dari sebelumnya sebesar 13,2% persen (yoy) dan 15,9 persen (yoy).(nv)

Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

-disadur tanpa penyuntingan (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search