Uni Eropa Akan Pertimbangkan Perpanjangan Brexit di Tengah Inggris Menghadapi Kemungkinan Pemilu

Uni Eropa Akan Pertimbangkan Perpanjangan Brexit di Tengah Inggris Menghadapi Kemungkinan Pemilu

Rabu, 23 Oktober 2019 16:03:03 WIB
Brexit berpotensi akan kembali ditunda untuk ketiga kalinya setelah anggota parlemen Inggris menolak jadwal yang diusulkan oleh Perdana Menteri Boris Johnson untuk memaksa melalui undang-undang yang diperlukan untuk meninggalkan Uni Eropa.

Pada hari Selasa, mayoritas anggota parlemen sinyalkan dukungan mereka untuk perjanjian yang dicapai Johnson dengan 27 negara Uni Eropa pada pekan lalu. Namun, dalam pemungutan suara lanjutan yang 15 menit setelahnya, mereka menolak untuk terburu-buru meloloskan undang-undang yang diperlukan untuk meninggalkan Uni Eropa dalam tiga hari kerja.

Inggris saat ini dalam pola bertahan dengan Johnson hentikan RUU perjanjian Brexit, yang masih bisa dihapus sama sekali. Ini secara signifikan mengurangi peluang bahwa Inggris akan meninggalkan Uni Eropa pada tanggal 31 Oktober, seperti yang dinyatakan oleh Perdana Menteri.

Laporan media di Inggris menunjukkan bahwa Perdana Menteri Inggris akan mendorong adanya pemilihan umum jika Brexit ditunda sampai bulan Januari. Tanggal potensinya untuk pemilu ini mungkin akan di antara tanggal 5 atau 12 Desember dan itu akan menjadi pemilu pertama yang dilakukan di musim dingin di negara tersebut sejak tahun 1974. Beberapa perusahaan taruhan saat ini yakin bahwa peluang terjadinya pemilu di bulan Desember lebih dari 50% peluangnya.

Namun, fokus saat ini akan bergeser dari pemerintah Inggris ke Uni Eropa. Ke-27 negara Uni Eropa perlu untuk memutuskan apakah mereka akan mengatakan iya atau tidak untuk permintaan perpanjangan waktu Brexit. Johnson dengan enggan memberi tahu Uni Eropa pada hari Sabtu bahwa parlemen Inggris membutuhkan lebih banyak waktu, sampai akhir Januari 2020, untuk meninggalkan Uni Eropa.

Presiden Dewan Eropa Donald Tusk, dalam tweetnya Selasa malam mengatakan bahwa setelah keputusan PM Inggris Boris Johnson untuk hentikan proses ratifikasi perjanjian Brexit, dan dalam upayanya untuk hindari no-deal Brexit, saya akan rekomendasikan 27-negara Uni Eropa menerima permintaan untuk perpanjangan.
(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search