Usai Tapering Off, Imbal Hasil SBN Diperkirakan di Kisaran 8-9 Persen

Usai Tapering Off, Imbal Hasil SBN Diperkirakan di Kisaran 8-9 Persen

Kamis, 27 Maret 2014 12:34:42 WIB

Monexnews - Pemerintah memperkirakan yield (imbal hasil) Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia akan mengarah ke kisaran 8 hingga 9 persen usai tapering off berakhir. Kondisi ini sama ketika quantitave easing (QE) tidak ada. "Yield akan kembali normal, ini merupakan hal wajar dan jauh lebih baik. Dunia tanpa QE itu lebih baik, tutur Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Robert Pakpahan di Jakarta. Sebagai informasi, Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed memberikan sinyal akan menaikkan suku bunga (interest rate) enam bulan setelah kebijakan tapering off berakhir. Kebijakan The Fed tersebut dikhawatirkan akan menarik aliran modal dari negara berkembang ke negara maju dan memicu peningkatan yield negara berkembang. "Tahun 2008 dunia atau Indonesia tanpa quantitave easing, yield SBN 10 tahun mencapai 9 persen, maka dengan berakhirnya kebijakan tersebut, yield Indonesia akan mengarah ke 8 sampai 9 persen, seperti sebelum adanya QE," jelas Dirjen Pengelolaan Utang. Meski demikian, pemerintah, menurutnya, telah mempersiapkan beberapa langkah untuk menurunkan volatilitas capital outflow (aliran modal keluar). Pertama, dengan melakukan front loading penerbitan SBN. Menurutnya, front loading ini dilakukan untuk mengantisipasi pengurangan likuditas. Kita harapkan dengan front loading kebutuhan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) dapat dipenuhi, tuturnya. Kedua, pendalaman pasar domestik, untuk mengurangi capital outflow. Selanjutnya, pemerintah membuat trading platform bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini dilakukan untuk memberikan informasi mengenai lelang (bid) dan pergerakan investor secara lebih cepat. Selain itu, pemerintah juga akan membuat Crisis Management Protocol (CMP), baik yang bersifat global maupun khusus terkait SBN. Untuk CMP khusus SBN, pemerintah memiliki Bond Stability Framework (BSF). Ini antisipasi, sehingga kita yakin tidak akan ada goncangan yang besar terhadap SBN, tuturnya.(ans)
Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia www.kemenkeu.go.id *disadur tanpa perubahan (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search