Utang Pemerintah AS Semakin Menggunung

Utang Pemerintah AS Semakin Menggunung

Jum'at, 03 Agustus 2018 17:44:36 WIB

Membengkaknya tingkat utang pemerintah menjadi tantangan ekonomi terbesar bagi Presiden Donald Trump, masalah yang bisa meluas ke pasar saham.

Departemen Keuangan AS minggu ini mengumumkan pihaknya akan meningkatkan jumlah lelang obligasi pemerintah atau US Treasury selama tiga bulan ke depan. Hal ini mengindikasikan surat utang pemerintah AS yang belum jatuh tempo akan semakin besar dan akan menyebabkan kenaikan suku bunga lebih cepat.

Semakin banyak produk yang masuk ke pasar, akan membuat para investor menuntut imbal hasil yang lebih tinggi karena pemerintah AS ingin semua hasil lelang terserap pasar. Dan imbal hasil yang lebih tinggi berarti biaya yang lebih tinggi pada saat para pembayar pajak sudah menghabiskan hampir setengah triliun dolar tahun ini d layanan utang.

Total utang AS baru saja melewati angka $ 21,3 triliun, dimana $ 15,6 triliun diantaranya dimiliki oleh publik. Departemen Keuangan mengumumkan pada Rabu bahwa pihaknya akan menambahkan utang senilai $ 1 miliar masing-masing untuk lelang surat utang tenor 2, 3 dan 5 tahun selama tiga bulan ke depan, dan $ 1 miliar masing-masing untuk surat utang tenor 7 dan 10 tahun serta lelang obligasi tenor 30-tahun di Agustus.

Selain itu, Departemen Keuangan AS baru saja mengeluarkan surat utang tenor pendek dua bulan baru untuk menjaga likuiditas di pasar pendapatan tetap.


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search