Washington Berlakukan Pembatasan Visa Kepada Pejabat Tiongkok Karena Masalah di Xinjiang

Washington Berlakukan Pembatasan Visa Kepada Pejabat Tiongkok Karena Masalah di Xinjiang

Rabu, 09 Oktober 2019 10:44:40 WIB
Pemerintahan Presiden Trump telah membelakukan pembatasan visa pada pejabat Tiongkok di tengah berlangsungnya perlakuan kejam terhadap umat muslim minoritas di wilayah Xinjiang.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, mengatakan bahwa langkah-langkah tersebut menargetkan para pejabat " yang diyakini bertanggung jawab atas, atau terlibat dalam, penahanan dan perlakuan kejam terhadap kaum Uighur, Kazakh dan kelompok minoritas muslim lainnya di wilayah barat laut Tiongkok, Langkah ini datang setelah Washington pada hari Senin memasukan daftar hitam 28 perusahaan keamanan publik dan perusahaan yang diduga terlibat dalam penjagaan dan penahanan kelompok minoritas, dengan secara efektif membatasi hubungan perusahaan AS untuk melakukan bisnis dengan mereka.

Diplomat AS dalam pernyataannya mengatakan bahwa Amerika Serikat menyerukan kepada Republik Rakyat Tiongkok untuk segera mengakhiri kampanye penindasan di Xinjiang, dengan membebaskan semua yang ditahan secara sewenang-wenang, dan hentikan upaya untuk memaksa anggota kelompok minoritas muslim Tiongkok yang tinggal di luar negeri untuk kembali ke Tiongkok untuk menghadapi nasib yang tidak pasti.

Sementara itu Mike Pompeo dalam tweetnya mengatakan bahwa Tiongkok secara paksa telah menahan lebih dari satu juta muslim dalam kampanye brutal dan sistematis untuk menghapus agama dan budaya di Xinjiang.

Langkah ini telah meningkatkan ketegangan antara AS dengan Tiongkok menjelang pertemuan mereka yang dijadwalkan pada hari Kamis (10/10) di Washington. Kegugupan di pasar telah meningkat saat ini meskipun adanya harapan akan tercapainya kesepakatan dagang diantara kedua negara tersebut untuk akhiri perang dagang yang merusak ekonomi.
(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search