Yellen: Belum Ada Tekanan Inflasioner

Yellen: Belum Ada Tekanan Inflasioner

Jum'at, 18 April 2014 08:17:34 WIB

Monexnews - Janet Yellen melihat tingkat upah sebagai sinyal tekanan inflasi, yang mana belum ada hingga saat ini. Kenaikan pada tingkat upah terus berjalan pada laju paling lambat dalam sejarah, dengan sejumlah sinyal akselarasi, ucap Gubernur Federal Reserve kemarin dalam pidato kerangka kerja kebijakan moneter pertamanya. Yellen mengatakan dalam respon terhadap pertanyaan dari ekonom Harvard University Martin Feldstein bahwa ia memperkirakan masyarakat yang telah menganggur untuk waktu yang lama agar kembali bekerja seiring prospek tenaga kerja yang lebih cerah. Hal tersebut akan mendongkrak tingakt upah dan inflasi.

Pengangguran yang sudah terlalu lama kemungkinan akan lebih aktif untuk kembali bekerja dan memasuki pasar tenaga kerja serta menambah tekanan naik pada tingkat upah dan harga, ucapnya pada Economic Club of New York. Sudah jelas, kita harus melihat buktinya dan mengevaluasi hal tersebut dengan pikiran yang terbuka.

Feldstein, yang mengkritik the Fed karena terlalu tidak memperhatikan resiko inflasi, bertanya pada Yellen apakah ia setuju tingkat

pengangguran jangka pendek adalah indikator awal kenaikan harga dan upah. Jujur, masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan seperti itu, respon Yellen. Masih mungkin ada kejutan. Ia mengatakan bahwa ia tidak menutup peluang bahwa tingkat inflasi dapat naik ke level yang harus kita atasi. Hal tersebut adalah sesuatau yang cukup harus diperhatikan, namun bukanlah sesuatu yang saya antisipasi akan terjadi.

(xiang)


(xiang)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search