Yield Obligasi Indonesia 10-tahun Turun seiring Tercapainya Kesepakatan Fiskal AS

Yield Obligasi Indonesia 10-tahun Turun seiring Tercapainya Kesepakatan Fiskal AS

Kamis, 17 Oktober 2013 14:48:58 WIB

Monexnews -

Obligasi Indonesia menguat, mendorong yield obligasi bertenor 10-tahun ke level terendah dalam dua bulan, setelah parlemen AS sepakat untuk naikan batas utang negara dan hindari default. Rupiah juga mneguat.

Kongres memilih untuk mendukung RUU untuk akhiri shutdown pemerintah yang sudah berlangsung selama 16-hari, satu hari sebelum lembaga otoritas pinjaman akan lewati batas waktu terakhirnya. Investor luar negeri membeli surat utang rupiah sebesar 4.16 triliun rupiah ($379 juta), lebih banyak dari yang di jual pekan lalu, di tunjukan dalam data terbaru dari menteri keuangan. Inflasi, yang melambat menjadi 8.4% pada bulan lalu, mungkin akan masih dibawah 9% sampai akhir tahun, kata Deputi menteri keuangan Bambang Brodjonegoro pada tanggal 10 Oktober.

Beberapa investor sedang menunggu beberapa kejelasan pada masa depan AS, jadi dengan tercapainya kesepakatan kami perkirakan arus masuk modal akan berlanjut, kata I Made Adi Saputra, seorang analis di PT Nusantara Capital Securities di Jakarta. Dengan lebih stabilnya rupiah dan inflasi yang terkontrol, kami melihat kurva yield bergerak datar.

Yield obligasi pemerintah obligasi yang jatuh tempo Mei 2023, turun sebanyak enam basis poin, atau 0.06%, menjadi 7.78% pada pukul 10.55 di Jakarta, level terendah sejak 12 Agustus, berdasarkan harga dari Inter Dealer Market Association. Tingkat yield mungkin akan turun menjadi 7.2.5% pada akhir tahun, sementara yield obligasi bertenor 2 tahun akan naik menjadi 7% daru 6.85% menurut predikis Saputra.

(fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search