Yield Obligasi Jangka Pendek China Anjlok Tajam Sejak Kasus Lehman

Yield Obligasi Jangka Pendek China Anjlok Tajam Sejak Kasus Lehman

Senin, 31 Maret 2014 13:22:55 WIB

Monexnews -

Nilai imbal hasil obligasi jangka pendek China tergelincir pada laju tercepat dalam lima tahun terakhir di tengah meningkatnya spekulasi bahwa kebijakan moneter akan di perlonggar untuk menghadapi apa yang Perdana Menteri Li katakan tentang kesulitan dan resiko pada ekonomi.

Imbal hasil obligasi pemerintah bertenor dua tahun merosot sebanyak 93 basis poin pada kuartal sekarang menjadi 3.41 persen, di tunjukan dalam data China Bond. Itu akan menjadi penurunan terbesar sejak penurunan sebesar 214 basis poin di dalam periode tiga bulan akhir 2008, ketika pasar kredit global runtuh setelah bangkrutnya Lehman Borthers Holdings Inc. Nilai imbal hasil rata-rata pada obligasi mata uang asing di pasar berkembang turun sebanyak lima basis poin sejak 31 Desember menjadi 5.51 persen, menurut data yang di kumpulkan oleh Bloomberg. Perdana Menteri Li memberikan peringatan pada pertemuan pekan lalu bahwa China tidak dapat hilangkan bahaya dari meningkatnya tekanan pada perekonomian yang yang meningkatkan taruhan bahwa pemerintah akan meluncurkan langkah-langkah untuk menstabilkan pertumbuhan ditengah berbagai indikator seperti manufaktur yang sinyalkan penurunan. Sebagai bagian dari langkah-langkah awal, People Bank of China mungkin akan memangkas persyaratan cadangan dana yang di minta untuk pertama kalinya sejak Mei 2012, menurut analis dari Credit Suisse Group AG dan Nomura Holdings Inc. Penurunan imbal hasil pada obligasi jangka pendek telah mendorong untuk perkiraan pelonggaran lanjutan dan juga pengurangan durasi secara keseluruhan durasi oleh investor di balik aksi hindar resiko yang sedang berlangsung, kata Wee-Khoon Chong, analis di Nomura Singapura. Imbal hasil cenderung untuk turun dan kurva obligasi cenderung akan curam di dalam lingkungan pelonggaran moneter. (fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search